Berikut adalah data jurnal yang kami dapat dari praktikum Monostable Multivibrator :
4. Prinsip Kerja
[Kembali]
- Prinsip Kerja Pada Percobaan 3 Kondisi 2 :
Rangkaian Multivibrator Monostabil merupakan sebuah rangkaian yang memiliki satu kondisi yang stabil, yaitu ketika gerbang logika bernilai satu (high). Komponen-komponen yang dibutuhkan untuk menyusun rangkaian ini meliputi tiga unit Switch SPDT, IC 74123, potensiometer, resistor, dioda, kapasitor, dan LED. Switch Pertama melekat ke pin Input A (aktif low); switch Kedua, pada pin input B; dan terakhir, switch Ketiga dipasang pada pin Master Reset (MR). Input A atau switch Pertama akan dipakai sebagai trigger. Ketika switch Pertama diberikan logika 1, LED RED akan secara otomatis mematikan dirinya dan LED RED lainnya pun akan menyala untuk sementara. Durasi LED biru menyala disesuaikan dengan nilai kapasitor, semakin besar nilainya, semakin lama LED RED akan tetap menyala—dan begitu juga sebaliknya. Nilai tegangan dari kapasitor sama dengan nilai tegangan dari resistor. Hal ini dikarenakan kedua unsur-unsur tersebut disusun dalam satu rangkaian secara paralel.
Perbedaan antara kedua paragraf adalah paragraf pertama memberi deskripsi lebih spesifik tentang dasar kerja dan komponen-komponen yang ada pada rangkaian multivibrator monostabil, sementara paragraf kedua memfokuskan pada bagaimana logika 1 di switch 1 akan memengaruhi LED RED dan RED lainnya serta cara mendapatkan durasi LED RED yang tepat.
5. Video Simulasi [Kembali]
- Video Rangkaian Simulasi Pratikum Monostable Multivibrator Kelompok 24 :
6. Analisa Percobaan [Kembali]
1. Analisalah pengaruh nilai kapasitor dan resistor pada percobaan 3, apa pengaruhnya terhadap waktu yang didapatkan.
Jawab :
Pengaruh nilai kapasitor dan resistor terhadap waktu yang didapatkan berbanding lurus satu sama lain. Semakin besar nilai di kapasitor dan di resistor maka durasi perpindahan nyala LED RED ke LED RED lainnya itu akan semakin lama. Jika C besar, R besar, maka t juga akan semakin besar/lama.
2. Analisa dan bandingkan hasil yang didapatkan saat praktikum dengan hasil jurnal perhitungan, carilah persentase errornya!
Jawab :
Hasil dari praktikum dan perhitungan bisa dibilang jauh berbeda dan memiliki selisih yang lumayan besar.Ppersentase errornya dilihat bahwa nilainya masih dibawah 10% dimana antara percobaan dan perhitungan hanya terdapat sedikit kesalahan pendataan.
3. Analisalah kenapa A = "0" itu harus di trigger realtime dan saat B = "1" di trigger fulltime ?
Jawab :
Dikarenakan pada percobaan Modul I ini merupakan percobaan multivibrator monostabil yang dimana ia memiliki satu kondisi stabil dan diperlukan waktu untuk merubah keadaan tidak stabil ke keadaan stabil. Waktu ini disebut kuasi stabil dimana ini akan terjadi jika keadaan dipicu oleh keadaan lain Pada rangkaian ini bisa dilihat bahwa input A pada IC 74HC123 merupakan aktif low dan input B merupakan aktif high yang mengharuskan ia dalam kondisi fulltime.
7. Link Download [Kembali]
- Rangkaian Simulasi [Download]
- Video Simulasi [Download]
- Datasheet [Download]
- HTML [Download]


.png)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar